Presiden Republik Indonesia ke-4 KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dengan tegas menyatakan, kaum Wahabimenjadi keras dan merasa benar sendiri, tak lain karena pengaruh kerja samanya dengan Dinasti Saudi."Kaum Wahabi keras, itu karena kerja sama dengan Dinasti Saudi. Itu yang penting. Penting sekali. DinastiSaudi ini mengidap rasa rendah diri. Kenapa? Karena mereka keturunan Musailamah al-Kadzab."Demikian disampaikan Mantan Ketua PBNU itu pada diskusi buku karya Stephen Sulaiman Schwartz berjudul DuaWajah Islam: Moderatisme Vs Fundamentalisme dalam Wacana Global, di Auditorium Nurcholish Madjid UniversitasParamadina Jl. Gatot Subroto, Kav. 96-97, Mampang Prapatan Jakarta Selatan, Rabu, (31/10/2007) malam. Buku iniberjudul asli The Two Faces of Islam: The House of Sa’ud from Tradition to Terror (2002) yang diterjemahkandan diterbitkan kembali oleh the WAHID Institute pada September, 2007.Pada jaman Nabi Muhammad SAW, Musailamah al-Kadzab (Sang Penipu) pernah mengaku menjadi nabi. Dia dulutinggal di Yalamlam, daerah antara Jedah dan Yaman. Dan, kata Gus Dur, Dinasti Saudi dulu menamai istananyadengan Istana Yalamlam."Ketika Faishal menjadi raja, nama itu diubah menjadi Istana Riyadh. Soal ini kita harus tahu persis sejarahnya,biar kita tidak berat sebelah", pinta Gus Dur."Jadi, sikap rendah diri itu lalu ditutupi dengan sikap seolah paling benar sendiri. Wahabi dijadikan alat untukmenutupi masa lalu Dinasti Saud saja,"tegas Gus Dur."Saya tahu ini dari informasi-informasi yang masuk. Saya bicara apa adanya. Obyektifitas itu penting danmenuntut sikap yang betul-betul mendalam tanpa pikiran macam-macam", imbuhnya.Pada diskusi buku terbitan the WAHID Institute tahun 2007, ini hadir juga sebagai pembedah intelektual SyiahJalaluddin Rakhmat dan Dosen Universitas Paramadina Ihsan Ali Fauzi. Ratusan hadirin terlihat memenuhi ruangdiskusi.Mengomentari isi buku, Jalaluddin Rakhmat menyatakan, buku yang sebetulnya hanya menampilkan satu wajah IslamWahabi, ini akan banyak memukul para dai di negeri ini. "Mereka hanyalah loud speaker Wahabi yangdigerakkan dengan petro dolar dari Jazirah Arabia," ujarnya. "Saudi mungkin kebakaran jenggot denganbuku ini," sambungnya.Kang Jalal, sapaan akrabnya, lantas menyuguhkan beberapa ciri spesifik gerakan Wahabi. Pertama,merasa paling suci dan benar. "Dialah yang paling benar dan semua orang sesat. Dialah yang berada di jalanlurus, di atas sunnah, dan semua orang di atas bid'ah. Dialah yang menjalankan tauhid murni dan semua orangmusyrik," tegasnya.Kedua , anti plularisme. "Mereka sangat eksklusif. Merasa bahwa surga hanya milik dia dankelompoknya," terangnya. Ketiga , anti tradisi lokal, kecuali tradisi Arab di Padang Pasir. "Semua tradisi ditempat yang didatangi tidak disukai," katanya. Dan keempat, anti intelektualisme. "Kita harus patuh padawahyu al-Qur'an dan Sunnah, dengan tambahan, sepertipenafsiran mereka. Karena itu, kita dilarang mengikuti penafsiran yang menyimpang dari penafsiran mereka,"ujarnya.Ya, modelnya kayak PKS gitu lah.Partai kerdil setan."Jika semua ciri itu terpenuhi dalam diri kita, insya Allah agama kita becomes evil. Dan insya Allah, kita akanmenjadi teroris-teroris baru yang menyebarkan ketakutan di sekitar kita," tandasnya."Dan, musuh paling besar dan paling tidak disukai oleh mereka adalah Syiah," imbuh Kang Jalaldisambut tawa. [IM/MT] diambil dr Gusdur.net
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar